Ibu,
maafkan daku, hamba yang tak sempurna,
Dalam
jejak langkah hidup, terselip kesalahan,
Seperti
air yang mengalir di sungai tak berhenti,
Maafkan
daku yang kadang tersesat dalam arah.
Hati
ibu bagaikan pelabuhan yang tenang,
Menerima
anaknya, meski terhempas ombak kehidupan,
Dalam
setiap gelombang, mohon ampun Ibu,
Maafkan
daku yang pernah menyakitimu.
Dalam
senyummu, ada keajaiban yang tak terkira,
Sejuk
seperti embun pagi yang merangkul bunga,
Namun
tak jarang kugelapkan sinarmu,
Maafkan
daku yang tak selalu bisa bersinar.
Ibu,
maafkan daku yang tak sempurna,
Dalam
khilaf dan kekhilafan, kutemui kehinaan,
Namun
dalam tulusnya maafmu, aku temui cahaya,
Sebagai
anak, hamba memohon ampunmu.
Ibu,
maafkan daku, sekecil apapun salahku,
Dalam
butir air mata yang tersedu,
Maafkan
daku, Ibu tercinta,
Kuharap
cinta ini takkan pernah pudar.