Senin, 08 Januari 2024

Perencanaan Pendampingan Satuan Pendidikan Sesuai Perdirjen 4831/2023

 

Cover Program Pendampingan dan laporan (dokpri)


TAHAP I 

PERENCANAAN PENDAMPINGAN SATUAN PENDIDIKAN

 

I.     KEGIATAN UTAMA PERENCANAAN

Pada Tahap Pertama ini, pengawas sekolah selaku pendamping satuan pendidikan, melakukan serangkaian kegiatan asesmen dan pengumpulan data melalui berbagai cara, termasuk diskusi, observasi, dan refleksi bersama kepala sekolah yang didampingi. Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk mengidentifikasi dengan jelas komitmen perubahan yang dimiliki oleh kepala sekolah yang mendapat pendampingan. Selain itu, kegiatan ini dapat dilakukan baik secara langsung atau secara virtual, sesuai dengan kondisi dan ketersediaan di masing-masing sekolah. Selanjutnya, pengawas sekolah merumuskan strategi pendampingan yang sesuai dan metode pendampingan yang tepat, serta menetapkan prioritas dalam pendampingan satuan pendidikan. Hasil dari tahap perencanaan ini akan dirangkum dalam sebuah dokumen rencana pendampingan satuan pendidikan, yang selanjutnya akan diajukan kepada Dinas Pendidikan terkait. Dokumen ini dapat dianggap sebagai analogi untuk program pengawasan yang mencakup tugas dan peran pengawas sekolah sebelumnya. Kegiatan perencanaan ini dilaksanakan pada Periode Januari sampai dengan Maret.

Kegiatan utama perencanaan pendampingan kepada sekolah dilakukan dengan langkah-langkah utama sebagai berikut:

 A.     Pemetaan Komitmen PerubahanPada tahap ini, pengawas menggali sejauh mana komitmen perubahan masing- masing kepala sekolah binaan yang didampingi. Kegiatan ini dilakukan melalui diskusi, wawancara dan hasil rekaman dtuangkan dalam bentuk instrument pengolahan data sesuai hasil yang diperoleh dalam kegiatan tersebut pada masing- masing kepala satuan pendidikan dampingan. Hal ini bertujuan untuk memetakan Komitmen Perubahan tersebut sehingga teridentifikasi kapasitas memimpin perubahan dan tingkat kesadaran perubahan untuk melakukan refleksi pada setiap kepala sekolah binaan yang didampingi.

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-5495148184439930"

     crossorigin="anonymous"></script>

Untuk file utuhnya, silahkan unduh pada link berikut. Sebelum mengunduh, silahkan tinggalkan jejak digital pada kolom komentar  (sebagai anonim atau akun pribadi) di bagian bawah dari tulisan ini. Caranya: Klik pada "Posting Komentar". 

File unduhan : Perencanaan Pendampingan Satuan Pendidikan Sesuai Pedirjen 4831/2023 tahun 2024

Silahkan klik pada tautan di atas. Semoga bermanfaat



Minggu, 26 November 2023

Rindu Yang di Surga

Sumber Gbr. Manaberita.com

Di surga terpendam sebuah rindu nan suci,

Seiring embun pagi yang merayu senja,

Dalam damai yang tak terkira,

Hatiku berlabuh di pelukan muara kasih.

 

Purnama menyaksikan langkah hatiku,

Menyusuri jalan menuju pintu surga yang terbuka,

Rindu yang tumbuh bak bunga yang mekar,

Di taman keabadian, cinta kita bercerita.

 

Bersama bintang, kita menari di malam sunyi,

Melodi rindu memayungi langit surga,

Di setiap sentuhan, ada pesan cinta yang menyala,

Sebuah puisi yang tertulis dalam cahaya bintang.

 

Rindu ini memetik harpa surga,

Mengalun seruling indah di lembah hati,

Di sana, kita bersatu dalam ketenangan abadi,

Rindu yang di surga, takkan pudar, selamanya.

 

Dalam pelukan kekal, rindu ini bersemi,

Seperti bunga yang mekar di taman ilahi,

Hanya di surga, kita menyatu dalam abadi,

Rindu yang disucikan dalam kehadiran-Nya


Mengapa Harus Saling Meniadakan?

 

Mengapa harus saling meniadakan,

Seakan kata-kata adalah pedang tajam?

Apakah di dalam kebisuan kita temukan perdamaian,

Ataukah di dalam pertengkaran kita cari kebenaran?

 

Mengapa harus saling meniadakan,

Seperti memotong benang ikatan yang rapuh?

Apakah di dalam perbedaan kita temukan kekuatan,

Ataukah di dalam persamaan kita menemukan harmoni?

 

Mengapa harus saling meniadakan,

Seolah tak ada lagi ruang untuk pengertian?

Apakah di dalam ketidaksepakatan kita temukan solusi,

Ataukah di dalam perselisihan kita temukan kedewasaan?

 

Mengapa harus saling meniadakan,

Seolah-olah keberagaman adalah bencana?

Apakah di dalam warna-warni kehidupan kita temukan keindahan, Ataukah di dalam keseragaman kita temukan kehampaan?

 

Mari berhenti sejenak, berbicara dengan hati,

Mengapa harus saling meniadakan?

Kita bisa membangun jembatan dalam perbedaan,

Menemukan kekuatan dalam keberagaman.

 

Karena, di dalam dialog kita temukan makna,

Mengapa harus saling meniadakan?

Ketika cinta dan pengertian menjadi teman,

Kita bisa bersama, mengarungi lautan kehidupan

 


Kehilangan

 


Sumber Gbr. Lifestyle Kompas

 

Di alun malam sunyi melantun,

Takbir kesunyian mencipta lantunan.

Hening menyelimuti ruang jiwa,

Kehilangan merajut kisahnya.

 

Bayanganmu di setiap sudut,

Bisu tanpa kata, begitu terdalam rindu.

Seperti daun yang terbang bebas,

Engkau pergi, meninggalkan kabut.

 

Tak lagi ada senyuman di sudut matamu,

Hanya bayang-bayang yang tersisa di taman hatiku.

Angin berbisik, merayu kenangan yang pergi,

Kehilangan, cobaan yang tiada henti.

 

Melodi sepi memainkan lagu duka,

Mengalun merdu di setiap sudut malam.

Hati terkulai, mencari arti kehilangan,

Dalam pelukan kesendirian yang sepi.

 

Namun, dalam setiap senja yang redup,

Ada harapan yang tumbuh di ujung cakrawala.

Kehilangan bukanlah akhir segalanya,

Melainkan pintu baru menuju pelangi yang abadi.

Jumat, 24 November 2023

Antara Idealis dan Panggilan Hati

 

Sumber Ilustrasi Gambar : waspada online

Politik ; Antara Idealis dan Panggilan Hati

( Viktor Rg )

 

Politik, medan pertempuran idealis,
Di mana cita-cita dan panggilan hati bertaut.
Penuh harapan, di sana terhampar mimpi,
Namun, realitas menguji sejauh mana kita bertahan.
 
Idealis menggema dalam retorika,
Menyuarakan keadilan, memperjuangkan hak.
Panggilan hati memandu langkah,
Di tengah lautan kompromi dan kepentingan.
 
Politik bukan hanya permainan strategi,
Namun panggung pengorbanan dan pengabdian.
Antara idealisme dan panggilan hati,
Terukir cerita kepemimpinan yang sejati.
 
Di antara sorot mata publik, ada ujian,
Di antara janji dan kenyataan, ada perjuangan.
Idealis tidak selalu diterjemahkan menjadi tindakan,
Namun, panggilan hati adalah peta jalan sejati.
 
Politik bukan hanya pertarungan kekuasaan,
Tetapi panggilan untuk mewujudkan perubahan.
Idealis melangkah di jalan yang terjal,
Dengan panggilan hati sebagai kompas yang setia.
 
Namun, dalam realitas yang kompleks,
Terkadang panggilan hati diuji dan tergoyahkan.
Idealis harus berdamai dengan kompromi,
Sementara panggilan hati tetap terjaga.
 
Politik adalah seni mempertahankan integritas,
Antara idealisme yang kokoh dan hati yang ikhlas.
Dalam pertarungan yang keras dan gemuruh,
Mereka yang menjawab panggilan hati akan bersinar.
 
Politik; antara idealis dan panggilan hati,
Pertarungan yang abadi, tetapi esensi yang tulus.
Pada akhirnya, di tengah sorot mata dunia,
Panggilan hati dan idealisme akan menjadi cahaya
 
# Lorong buntu, 24/11/23#

Kamis, 23 November 2023

Bunga Kasih Pendidikan

 

Dokpri

Di Hari Guru, tataplah langit biru,
Sejauh mata memandang, cerita tercipta,
Engkau, sebagai pelaut di lautan ilmu,
Menuntun kapal-kapal kecil meraih pintu cahaya.
 
Setiap kisah, setiap tawa, dan air mata,
Merupakan lukisan indah di kanvas kehidupan,
Engkau, pembawa inspirasi, penyemangat hati,
Mengajar bukan hanya di kelas, tetapi di jiwa yang bersemangat.
 
Dalam derasnya waktu, bersama berjalan,
Engkau, pelita di malam yang kelam,
Menyinari mimpi-mimpi yang menggebu,
Dengan sabar, penuh asa, dan penuh kasih.
 
Namun, di balik senyum yang selalu menyinar,
Ada kisah perjuangan, ada air mata dalam diam,
Engkau, pejuang tanpa pedang, pengukir takdir,
Teruslah berkarya, melambangkan arti sejati.
 
Hari ini, sungguh istimewa bagimu,
Sebagai pionir di medan pendidikan,
Kau tanamkan nilai, bukan hanya informasi,
Kau genggam masa depan dalam genggamanmu.
 
Maka, dengan rasa hormat dan kasih sayang,
Kami haturkan selamat Hari Guru,
Doa dan penghargaan kami sampaikan,
Bagi bintang yang terang di kegelapan ilmu.
 

Selamat Hari Guru, 24/11/2023



Pahlawan Tak Berjubah

 (Victor Rg)

Dokpri


Di tiap kelas, di sudut ruang belajar,
Guru hadir, penuh kasih, tak tergantikan.
Meski tak bersayap atau berjubah megah,
Namun, pahlawan sejati, tanpa cela.
 
Bukan pedang yang dipegang teguh,
Namun ilmu dan bimbingan, senjata abadi.
Di antara buku dan tumpukan catatan,
Terukir kisah luhur, tak pernah pudar.
 
Guru, pemberi cahaya di lorong gelap,
Menerangi tak hanya dengan lampu,
Tetapi dengan kebijaksanaan dan sabar,
Menghadirkan harapan, mengukir mimpi.
 
Tiap anak adalah bintang di tangismu,
Kau ajarkan tak hanya angka dan huruf.
Tetapi nilai-nilai, kebaikan, dan semangat,
Sebuah persembahan tulus, tanpa pamrih.
 
Meski lelah terkadang menyapa,
Namun wajahmu tetap berseri,
Guru, pahlawan tak berjubah,
Panduan abadi, penjaga generasi.
 

Hari Guru tiba, ungkapan terima kasih,
Untukmu, guru, pelita dalam kehidupan.
Pahlawan sejati, tak kenal lelah,
Kau abadi dalam hati kami, penuh penghargaan
 

Selamat Hari Guru,24/11/2023

Selasa, 21 November 2023

CINTA PERTAMA

 


Di sebuah kota kecil yang dihiasi oleh bunga-bunga musim semi, ada seorang gadis bernama Maya. Wajahnya yang lembut dan senyumannya yang memikat membuatnya menjadi pusat perhatian di antara siswa-siswi SMA. Namun, di antara kehidupan sehari-hari yang ramai itu, ada satu hati yang diam-diam memendam perasaan istimewa untuknya. Hati itu adalah milik seorang pemuda bernama Alex.

Alex adalah siswa kelas sebelas yang memiliki sifat pendiam dan memiliki bakat seni. Matanya yang cokelat gelap memiliki kehangatan yang tak terungkapkan, dan ketika dia melihat Maya, dunianya berubah. Baginya, Maya adalah bunga yang mekar di tengah kehidupannya yang monoton.

Setiap hari, Alex duduk di sudut perpustakaan, mengejar mimpi dan menggambar wajah Maya di halaman-halaman buku catatannya. Pada suatu hari, keberanian akhirnya menyentuh hatinya, dan dia memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya kepada Maya.

Suatu sore, Maya ditemukan duduk sendirian di tangga sekolah, membaca buku puisi. Alex menghampirinya, hatinya berdebar kencang. "Hai, Maya," sapanya perlahan.

Maya tersenyum lembut. "Hai, Alex. Ada sesuatu yang ingin kamu katakan?"

Alex menggeleng dan tersenyum malu. "Ehm, ya, sebenarnya... aku selalu suka melihatmu, dan aku pikir... aku mulai menyukaimu."

Maya menatapnya dengan heran, tetapi kemudian tersenyum. "Alex, aku merasa senang mendengarnya. Aku juga merasa bahwa kita punya hubungan yang spesial."

Hati Alex melonjak kegirangan. Mereka mulai menghabiskan lebih banyak waktu bersama, berbicara tentang mimpi dan harapan mereka. Setiap senja, mereka duduk bersama di bawah pohon favorit mereka, memandang langit berubah warna.

Namun, hidup tidak selalu berjalan seperti dalam cerita dongeng. Pada suatu pagi, kabar mengenai keluarga Maya yang harus pindah tiba-tiba datang. Air mata Maya tak bisa disembunyikan, dan Alex merasa seperti dunianya runtuh.

"Alex, aku harus pindah ke kota lain. Keluargaku memiliki pekerjaan baru," kata Maya sambil menangis.

Wajah Alex pucat. "Tidak, Maya, aku tidak tahu bagaimana akan hidup tanpamu."

Maya menggenggam tangan Alex erat-erat. "Kita akan selalu terhubung melalui kenangan kita, Alex. Dan siapa tahu, mungkin di masa depan, kita akan bersatu lagi."

Ketika hari keberangkatan Maya tiba, mereka berdua duduk di bawah pohon itu untuk terakhir kalinya. Alex memberikan sketsa wajah Maya yang telah dia gambar selama ini. "Ingatlah selalu, kita punya satu hati yang saling menyayangi," ucapnya dengan suara yang penuh perasaan.

Maya mencium kening Alex. "Aku akan selalu menyimpanmu di hatiku, Alex."

Setelah itu, dunia mereka terbagi. Alex terus melanjutkan kehidupannya dengan cinta pertamanya, dan Maya memulai babak baru di kota yang baru. Meski jarak memisahkan mereka, kenangan tentang cinta pertama tetap membakar di hati mereka, menjadi sumber kekuatan di setiap langkah kehidupan mereka.

***

Hari-hari berlalu, dan Alex terus menjalani hidupnya di kota kecil itu. Cinta pertamanya kepada Maya tetap melekat di hatinya, dan dia belajar untuk menerima bahwa hidup terus berlanjut meski cinta mereka berdua terpisah oleh jarak.

Alex mengikuti hobinya yang mendalam dalam seni dan mengejar impian-impian masa depannya. Di setiap goresan kuas dan setiap detail karya, dia menemukan kehadiran Maya yang tetap hidup dalam karyanya. Seni menjadi cara baginya untuk menyampaikan perasaannya yang tak terungkapkan.

Sementara itu, Maya menemukan hidup baru di kota yang berbeda. Meski awalnya sulit meninggalkan kenangan bersama Alex, dia bertekad untuk membuat yang terbaik dari situasi barunya. Di sekolah yang baru, dia mendapatkan teman-teman baru dan mengejar passion-nya dalam menulis.

Kedua dunia mereka terus berputar, terpisah oleh waktu dan jarak. Namun, takdir memiliki cara yang ajaib untuk menyatukan hati yang saling terpaut. Suatu hari, Alex menerima berita bahwa dia diterima di sebuah sekolah seni bergengsi di kota di mana Maya tinggal sekarang.

Dengan hati penuh kegembiraan, Alex membuat keputusan untuk mengikuti impian seninya dan, mungkin, menemukan kembali cinta pertamanya. Dia tiba di kota baru dengan hati yang berdebar, penuh harapkan untuk melihat Maya lagi.

Sementara itu, Maya yang tidak tahu apa-apa tentang kunjungan mendadak ini, terus mengejar karir menulisnya. Suatu hari, mereka bertemu di sebuah galeri seni lokal. Mata mereka saling bertemu, dan saat itu pula, waktu terasa berhenti sejenak.

"Maya," sapanya pelan.

"Alex," balas Maya dengan senyuman yang lembut.

Dalam pertemuan tak terduga itu, cinta pertama mereka kembali berkobar. Takdir, seperti yang dijanjikan Maya, membawa mereka bersatu kembali di tengah-tengah kota yang baru. Mereka menggenggam tangan satu sama lain, tahu bahwa perjalanan hidup mereka mungkin telah membawa mereka berpisah, tetapi kini membawa mereka kembali bersama.

***

Hidup bersama di kota baru membawa Alex dan Maya pada petualangan baru yang penuh warna. Mereka bersama-sama menjalani hari-hari yang indah, menjelajahi seni, mengejar impian, dan terus membangun kenangan bersama. Kota itu menjadi saksi bisu akan perkembangan hubungan mereka yang semakin kuat.

Pada suatu malam di bawah langit bintang, Alex mengajak Maya untuk kembali ke taman kota kecil tempat mereka pertama kali bertemu. Tempat yang sarat akan kenangan indah. Mereka duduk di bawah pohon yang masih menyimpan cerita cinta pertama mereka.

"Maya, sejak pertama kali kita bertemu di sini, hidupku telah berubah. Kau adalah bintang yang menghiasi kegelapan, memberikan cahaya dan kehangatan," ujar Alex dengan penuh rasa.

Maya tersenyum dan memandangnya. "Dan kau, Alex, adalah senarai dalam lagu hidupku. Setiap catatan melodimu membuat hidupku lebih berwarna."

Mereka memeluk erat, merasakan kehangatan satu sama lain di bawah bintang-bintang yang bersinar terang. Dan di saat itulah, Alex meraih kotak kecil dari saku bajunya.

"Maya, kita sudah melewati begitu banyak bersama. Kita telah tumbuh bersama, berbagi tawa dan air mata. Maukah kau menjadi bagian dari kisah ini selamanya?" Alex membuka kotak itu, dan di dalamnya terdapat cincin yang bersinar lembut.

Maya terkejut dan air matanya berlinang. "Alex, aku... aku mau. Aku mau menjadi bagian dari hidupmu, setiap detiknya."

Mereka tertawa, menangis, dan merayakan momen spesial itu di bawah langit malam yang tenang. Cincin itu menjadi simbol janji mereka untuk selalu bersama, tidak peduli apa yang akan terjadi di masa depan.

***

Namun, seperti halnya semua kisah hidup, takdir terus berputar dan membawa perubahan. Alex dan Maya menghadapi tantangan dan kegembiraan bersama. Mereka melanjutkan perjalanan hidup dengan setiap langkah penuh keyakinan, tumbuh bersama, dan menciptakan kenangan yang tak terlupakan.

Beberapa tahun berlalu, dan kisah cinta mereka menjadi pondasi bagi kehidupan yang indah. Mereka membangun keluarga, melihat tumbuh kembang anak-anak mereka, dan terus menemukan kebahagiaan dalam kecil-kecilan kehidupan sehari-hari.

Pada suatu hari yang cerah, Alex dan Maya kembali ke taman kota kecil tempat mereka pertama kali bertemu. Mereka duduk di bawah pohon tua yang menyaksikan semua bab dari kisah cinta mereka. Seiring mereka melihat anak-anak mereka bermain riang di sekitar taman, kebahagiaan dan rasa syukur memenuhi hati Alex dan Maya.

"Maya," ujar Alex dengan senyuman penuh cinta, "setiap detik bersamamu adalah berkah. Kau telah membuat hidupku lebih berarti dari yang pernah aku bayangkan."

Maya membalas senyuman Alex. "Dan kau, Alex, adalah sahabat terbaikku, kekasih sejatiku, dan bapak yang hebat untuk anak-anak kita."

Mereka saling memandang dengan mata penuh kasih, merayakan perjalanan panjang yang telah mereka lalui bersama. Dalam senyap yang indah, mereka merenung tentang keajaiban cinta yang terus berkembang, bahkan setelah sekian tahun.

***

Mereka melanjutkan perjalanan hidup mereka dengan penuh semangat dan rasa syukur. Setiap pagi membawa kebahagiaan baru, setiap malam menjadi waktu untuk bersantai dan merenung bersama. Keluarga kecil mereka menjadi sumber kekuatan dan inspirasi, mengingatkan mereka akan arti sejati dari cinta dan komitmen.

Dalam perjalanan hidup yang panjang ini, Alex dan Maya belajar untuk bersama-sama mengatasi rintangan, mendukung satu sama lain dalam mimpi dan aspirasi masing-masing. Mereka tumbuh bersama, dan setiap tantangan yang mereka hadapi hanya membuat hubungan mereka semakin kuat.

Pada suatu hari, di bawah pohon yang masih tetap rindang, Alex mengambil tangan Maya. "Maya, seiring waktu berlalu, cinta kita hanya tumbuh lebih dalam. Aku bersyukur setiap hari memiliki mu di sampingku."

Maya tersenyum dan memandang suaminya. "Dan aku bersyukur memiliki mu sebagai teman hidupku. Kita telah melewati begitu banyak bersama, dan aku tidak ingin menghabiskan hidup ini dengan siapapun selain denganmu."

Dalam momen yang penuh makna itu, Alex menyentuh saku bajunya dan mengeluarkan kotak kecil. Hatinya berdebar kencang. "Maya, apakah kau mau menghabiskan sisa hidup kita bersama-sama?

Maya terkejut dan tangannya menutupi mulutnya. Setelah sesaat terdiam, air mata kebahagiaan pun mengalir di pipinya. "Ya, Alex, ya! Aku mau!"

Mereka merayakan kebahagiaan mereka di bawah langit senja, bersama keluarga kecil mereka yang riang. Pernikahan itu menjadi bab baru dalam kisah cinta mereka, dan mereka tahu bahwa petualangan hidup bersama belum berakhir.

***

Setahun berlalu sejak pernikahan mereka, dan setiap hari masih membawa kebahagiaan baru bagi Alex dan Maya. Rumah mereka dihiasi dengan tawa anak-anak, foto-foto bahagia, dan kenangan-kenangan indah yang mereka bagi bersama. Mereka belajar bahwa cinta tidak hanya tentang momen besar, tetapi juga tentang keintiman sehari-hari yang membuat hidup lebih bermakna.

Suatu hari, Maya menyadari bahwa Alex tampak sedikit ragu dan serius. "Ada sesuatu yang membuatmu gelisah, sayang?" tanya Maya sambil tersenyum lembut.

Alex mengangguk. "Ya, ada sesuatu yang ingin aku bagikan denganmu. Aku telah menerima tawaran pekerjaan untuk proyek seni besar di luar kota. Ini akan menjadi peluang yang luar biasa, tapi itu juga berarti kita harus pindah."

Maya meresapi kabar tersebut. "Pindah? Ini pasti akan menjadi perubahan besar bagi kita dan anak-anak."

Alex menggenggam tangan Maya. "Aku tahu ini akan menjadi tantangan, tapi aku yakin kita bisa melewati ini bersama-sama. Dan yang lebih penting, kita akan membuat rumah di mana pun kita berada selama kita bersama."

Maya tersenyum dan merasa bersyukur memiliki seorang suami yang penuh semangat dan optimis. "Aku percaya padamu, Lex. Kita akan menghadapi tantangan ini bersama-sama."

Dengan semangat baru, Alex dan Maya bersiap untuk petualangan baru dalam hidup mereka. Mereka mulai merencanakan kepindahan, mencari sekolah untuk anak-anak, dan menyiapkan diri untuk menjalani bab baru dalam kisah cinta mereka.

Pindah ke kota baru membawa banyak tantangan, tetapi juga peluang baru dan pengalaman yang mendalam. Mereka belajar untuk beradaptasi, membangun kembali lingkungan mereka, dan menyatukan keluarga mereka dalam situasi yang baru.

Saat senja di kota baru, Alex dan Maya duduk bersama di teras rumah baru mereka. Mereka memandang langit yang berubah warna, merenung tentang segala yang mereka lalui bersama. Dan di tengah-tengah semua perubahan itu, cinta mereka tetap menjadi pilar yang kuat.

Dalam pelukan satu sama lain, mereka tahu bahwa kisah cinta pertama mereka, yang telah bersambung melalui berbagai bab kehidupan, akan terus berkembang. Bersama-sama, mereka melangkah maju, siap menghadapi petualangan-petualangan yang tak terduga, dan menulis bab-bab baru dalam kisah panjang cinta mereka.

***

Masa depan membawa berbagai peristiwa yang membentuk kisah cinta Alex dan Maya. Mereka mengalami kebahagiaan yang mendalam dalam melihat anak-anak mereka tumbuh dan berkembang di lingkungan baru. Pekerjaan seni Alex terus berkembang, dan Maya menemukan passionnya dalam menulis yang semakin menginspirasi banyak orang.

Namun, seperti dalam setiap kisah hidup, ada juga cobaan yang harus dihadapi. Alex dan Maya belajar untuk bersama-sama mengatasi rintangan, mengambil pelajaran dari setiap tantangan, dan tumbuh bersama seiring berjalannya waktu. Cinta mereka menjadi semakin matang dan kokoh, menjadi sumber kekuatan di setiap langkah hidup mereka.

Pada suatu hari, ketika mereka duduk di bawah pohon rindang di taman rumah mereka, Alex menatap mata Maya dengan penuh makna. "Maya, setiap detik bersamamu adalah petualangan yang luar biasa. Aku bersyukur setiap hari memiliki mu di sampingku."

Maya tersenyum dan mencium pipi Alex. "Dan aku bersyukur memiliki mu sebagai sahabat hidupku. Kita telah bersama melewati begitu banyak, dan aku tak bisa membayangkan hidupku tanpa mu."

Alex menggenggam tangan Maya dengan lembut. "Maya, apakah kita bisa membuat satu lagi kenangan bersama?

Apakah kau mau menjalani petualangan baru bersamaku?"

Maya tertegun sejenak, lalu mata mereka bertemu dalam kehangatan. "Tentu, Alex. Aku selalu siap untuk petualangan baru bersamamu."

Dengan senyum bahagia, Alex mengeluarkan kotak kecil dari saku celananya. "Maya, apakah kau mau menjadi teman hidupku sekali lagi?"

Maya menutup mulutnya dengan terkejut, dan setelah beberapa detik berlalu, dia tersenyum dan mengangguk. "Ya, Alex, aku mau."

Dengan perasaan bahagia dan berdebar, Alex memasang cincin di jari Maya. Mereka berdua merayakan momen ini, mengetahui bahwa petualangan cinta mereka belum berakhir.

***

Dengan cinta yang mengalir dalam setiap detik, Alex dan Maya melanjutkan perjalanan hidup mereka. Pernikahan kedua mereka menjadi bab baru dalam kisah cinta yang penuh warna. Mereka tidak hanya pasangan hidup, tetapi juga mitra dalam setiap aspek kehidupan.

Bersama-sama, mereka terus mengejar impian dan mendukung satu sama lain dalam setiap tantangan. Anak-anak mereka tumbuh menjadi individu yang tangguh dan penuh cinta, mewarisi nilai-nilai keluarga yang telah diwariskan oleh Alex dan Maya.

Pekerjaan seni Alex semakin mendapatkan pengakuan internasional, sementara tulisan Maya menjadi inspirasi bagi banyak orang. Mereka membangun kehidupan yang penuh makna, berkontribusi pada komunitas mereka, dan terus menciptakan kenangan bersama.

Suatu hari, di tengah-tengah kebahagiaan dan kedamaian, Alex dan Maya memutuskan untuk mengadakan perjalanan ke kota kecil tempat mereka pertama kali bertemu. Mereka berjalan melewati taman yang masih menyimpan kenangan cinta pertama mereka, dan di bawah pohon yang telah menjadi saksi setiap bab kisah mereka.

"Maya," ujar Alex dengan mata berbinar, "setiap kali kita kembali ke sini, aku teringat akan awal dari kisah kita. Kau tetap menjadi cinta pertama dan terakhirku."

Maya tersenyum. "Dan kau, Alex, tetap menjadi teman hidup yang penuh cinta dan inspirasi. Kita telah melewati begitu banyak bersama, dan aku bersyukur setiap hari."

Di bawah sinar matahari yang hangat, Alex kembali mengeluarkan kotak kecil yang begitu dikenal oleh Maya. "Maya, apakah kita bisa menambahkan satu lagi bab dalam kisah kita? Apakah kau mau kembali menjadi istriku sekali lagi?"

Maya tersentuh dan dengan senyum yang penuh makna, dia mengangguk. "Ya, Alex, ya! Aku mau."

Mereka berdua merayakan momen ini, mengenang setiap bab kisah mereka yang penuh warna. Bersama-sama, mereka menghadapi masa depan dengan optimisme dan kebahagiaan, tahu bahwa setiap hari adalah anugerah yang harus dihargai.

***

Hidup terus berlanjut, dan Alex dan Maya melanjutkan perjalanan mereka dengan semangat dan kebahagiaan. Pernikahan kedua mereka membawa keberuntungan dan keberkahan, dan keluarga mereka menjadi sumber kebahagiaan yang tak terhingga. Anak-anak mereka tumbuh sebagai generasi penerus, membawa harapan dan cinta ke dalam keluarga mereka.

Alex terus menciptakan karya seni yang menginspirasi, sementara Maya melanjutkan menulis dengan semangat. Bersama-sama, mereka membentuk sebuah rumah yang penuh kreativitas dan kasih sayang, menjadi tempat di mana mimpi-mimpi dan aspirasi dihargai dan diberdayakan.

Pada suatu hari, di ulang tahun pernikahan ke-20 mereka, Alex mengajak Maya kembali ke kota kecil tempat mereka pertama kali bertemu. Di bawah pohon yang telah menyaksikan begitu banyak kenangan, Alex menggenggam tangan Maya erat-erat.

"Maya," ujar Alex dengan lembut, "dua puluh tahun bersamamu adalah petualangan yang tak terlupakan. Kau adalah cinta pertama dan terakhirku, dan aku tak bisa membayangkan hidupku tanpa mu."

Maya tersenyum penuh cinta. "Dan kau, Alex, adalah teman hidup yang luar biasa. Setiap hari bersamamu adalah anugerah yang tak ternilai."

Alex tersenyum dan mengeluarkan kotak kecil yang telah menjadi lambang kisah cinta mereka. "Maya, apakah kau mau melangkah ke depan bersamaku untuk dua puluh tahun berikutnya, dan lebih banyak lagi? Apakah kau mau menjadi istriku sekali lagi?"

Maya terisak bahagia dan mengangguk. "Ya, Alex, aku mau. Aku mau melangkah bersamamu untuk selamanya."

Mereka berdua merayakan momen spesial itu dengan ciuman yang penuh cinta di bawah pohon yang telah menyaksikan begitu banyak kisah mereka. Di tengah-tengah kehidupan yang terus berubah, cinta mereka tetap menjadi konstan yang memberikan kekuatan dan kebahagiaan.

Begitulah, kisah cinta Alex dan Maya terus bersambung, menjadi bukti bahwa cinta sejati adalah kekuatan yang dapat melintasi waktu dan ruang. Dengan penuh kebersamaan, mereka melangkah maju menuju masa depan yang penuh dengan cinta, harapan, dan petualangan yang tak terbatas. Dan di setiap langkah, mereka tahu bahwa bersama-sama adalah cara terbaik untuk menjalani kisah hidup mereka yang indah.

***

Semoga ceritanya memberikan inspirasi dan kehangatan. Jika kamu memiliki pertanyaan atau permintaan lain, jangan ragu untuk mengajukannya. Selamat menulis atau membaca kisah-kisah lainnya!

Janji Politik

 

Sumber gbr. detik.com

Janji politik, gemerlap di awal,

Terucap dengan kata-kata berkilau.

Namun, bijaksana adalah kita semua,

Menyikapi dengan kritis, bukan berpandangan awam.

 

Realistis kita harus berjalan,

Melihat konteks, bukan hanya kata-kata semata.

Politik adalah panggung sandiwara,

Janji sering kali bertemu dengan rintangan yang nyata.

 

Bukan hanya terbuai oleh puisi retoris,

Namun memeriksa rekam jejak dan perencanaan.

Kritis melibatkan pikiran tajam,

Mempertanyakan dan mencari kejelasan.

 

Janji yang indah, belum tentu nyata,

Kita butuh fakta, bukan sekadar kata.

Politik adalah panggung permainan,

Harus bijak dalam membaca petunjuk dan pertanda.

 

Realistis, kritis, namun tetap optimis,

Mendorong pemimpin untuk bertindak nyata.

Bukan sekadar slogan di media,

Tetapi kerja keras dan dedikasi di lapangan.

 

Janji politik adalah komitmen,

Tapi tidak cukup hanya dengan ucapan.

Kita, sebagai pemilih, punya peran,

Menyikapi dengan kritis, realistis, dan bijak dalam pilihan.

 

Politik bukan hanya panggung hiburan,

Namun panggung perubahan dan pembangunan.

Dengan sikap bijak, kita melangkah,

Membawa harapan menjadi nyata, bukan hanya cerita.

Sabtu, 18 November 2023

IJINKAN AKU DILAHIRKAN KEMBALI


 

Ijinkan aku dilahirkan kembali, Ibu,

Di dalam palung cinta dan kehangatanmu,

Lahir dalam pelukan yang abadi,

Sebagai benih yang tumbuh di taman kasihmu.

 

Dalam rahimmu, aku temukan kedamaian,

Sebagai embrio kebahagiaan yang membeku,

Janganlah kubawa beban kesalahanku,

Biarkan aku tumbuh dalam sinar kemurahanmu.

 

Ijinkan aku kembali ke saat awal,

Merasakan sentuhan lembutmu yang penuh kasih,

Seperti embun pagi yang menyentuh bunga,

Biar aku menjadi kisah baru di halaman hidupmu.

 

Di dalam denyut nadi, aku dengar lagu asmamu,

Seperti irama yang mengalun dalam tidur malamku,

Ibu, ijinkan aku lahir kembali,

Jadi bagian dari kisah indah yang kau tulis.

 

Dalam pelukanmu, dunia ini terasa sempurna,

Biar aku menjadi bab baru dalam kisahmu,

Ijinkan aku dilahirkan kembali, Ibu,

Menjadi sinar di matahari terbitmu

 

GADIS MUNGIL DI DALAM MIMPI


 

Malam itu, ketika bulan purnama bersinar cerah di langit, aku terlelap dalam tidur yang lembut. Di dunia mimpi, aku menemukan diriku berada di sebuah desa kecil yang dikelilingi oleh ladang hijau dan pegunungan yang menjulang gagah. Di tengah desa itu, berdirilah sebuah rumah kecil dengan atap runcing dan pintu kayu yang ramah.

Di depan rumah, seorang gadis mungil berdiri dengan senyuman lembut di wajahnya. Rambut panjangnya berkibar-kibar ditiup angin malam yang sejuk. Namanya adalah Eliza. Gadis mungil ini seakan menjadi penghuni khusus dalam setiap mimpiku.

Setiap kali aku berkunjung ke dunia mimpi ini, Eliza selalu menyambutku dengan hangat. Bersama-sama, kami menjelajahi desa kecil itu, melintasi hamparan bunga yang bermekaran dan menyusuri aliran sungai yang jernih. Eliza selalu memiliki cerita indah tentang setiap sudut desa dan kenangan manis di setiap jalanan.

Pada suatu malam, kami duduk di bawah pohon tua di taman desa. Pepohonan itu memberikan teduh yang sempurna, dan angin malam membawa aroma bunga yang harum. Eliza memandangku dengan mata yang penuh keceriaan, lalu berkata,

 "Di sini, kita bisa bermimpi sebesar-besarnya tanpa takut terbangun."

Setiap kali matahari terbenam, kami melihat langit berubah warna dari jingga ke merah muda, menciptakan lanskap yang memukau. Eliza dan aku sering tertawa, bercanda, dan menikmati kehadiran satu sama lain. Desa ini menjadi dunia di mana kebahagiaan tampak begitu sederhana dan murni.

Namun, seperti setiap mimpi, saatnya untuk berpisah selalu tiba. Ketika fajar mulai menyingsing, Eliza menggenggam tanganku dengan lembut. "Jangan khawatir, kita akan bertemu lagi di dalam mimpi lainnya," katanya sambil tersenyum.

Aku bangun dari tidurku, dan dunia nyata menyambutku kembali. Meski matahari sudah bersinar terang, tapi hatiku masih penuh dengan memori indah dari desa kecil itu dan gadis mungil di dalam mimpi. Sejak itu, setiap kali aku terlelap, aku selalu berharap dapat kembali bertemu Eliza dan menjelajahi dunia mimpinya yang penuh keajaiban. Gadis mungil di dalam mimpi telah meninggalkan jejak kebahagiaan yang membekas di hatiku, dan aku bersyukur setiap kali bisa melangkah ke dalam kisah indah itu.

***

Malam itu, bulan kembali menyorot langit, dan aku pun terlelap dalam tidur. Desa kecil itu, dengan keindahan dan kebahagiaan yang melingkupinya, menjadi tempat perlindungan yang kembali aku datangi. Saat aku tiba, Eliza sudah menunggu di depan rumah kayu kecil.

Kali ini, kami memutuskan untuk menjelajahi hutan yang berada di belakang desa. Daun-daun rindang dan nyanyian burung menyambut kedatangan kami. Setiap langkah membawa cerita baru, dan Eliza dengan antusias bercerita tentang makna di balik setiap pohon dan batu yang kami temui.

Suatu malam, ketika langit dipenuhi bintang, kami duduk di tepi danau yang tenang. Cahaya bulan menciptakan refleksi yang memukau di permukaan air. Eliza menyentuh air dan berkata, "Setiap kali air danau ini bergerak, itu seperti dunia sedang bernyanyi lagu kebahagiaan."

Waktu berlalu begitu cepat di desa ini, di dunia mimpiku bersama Eliza. Namun, satu pertanyaan selalu menghantui pikiranku: mengapa aku hanya bisa menemuinya di dunia mimpi? Setiap kali aku kembali ke dunia nyata, rasa rindu itu semakin dalam.

Suatu malam, di bawah langit yang dipenuhi bintang, Eliza memandangku dengan serius. "Mungkin ini adalah tempat untuk kita bertemu, tempat di mana kita bisa berbagi kebahagiaan dalam mimpi," katanya, seolah-olah memahami pertanyaan di benakku.

Hari-hari dan malam-malam berlalu, dan setiap saat bersama Eliza menjadi begitu berarti. Desa itu, sungai, hutan, dan danau, semuanya menjadi bagian dari dunia di mana aku menemukan ketenangan dan keindahan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Suatu malam terakhir, Eliza menyentuh tanganku dan berkata, "Walaupun kita harus berpisah lagi, percayalah, di setiap tidurmu, desa ini akan selalu terbuka untukmu. Ingatlah, kebahagiaan yang kau temui di sini adalah kebahagiaan yang ada di dalam dirimu sendiri."

Saat aku membuka mata di dunia nyata, rasa hangat cinta dan kebahagiaan yang Eliza berikan di dalam mimpi tetap bersarang di hatiku. Meski kini hanya tinggal kenangan, desa kecil itu dan gadis mungil di dalam mimpi telah memberi warna indah dalam hidupku. Dan siapa tahu, mungkin di suatu hari, aku akan kembali bertemu dengan mereka di dalam mimpi yang penuh keajaiban

***

Namun, kehidupan nyata terus berjalan, dan aku melangkah maju dengan semua kenangan indah yang Eliza dan desa kecil itu tinggalkan di hatiku. Saat keseharianku dipenuhi rutinitas dan tuntutan hidup, aku selalu membawa setitik kehangatan dari dunia mimpi itu.

Suatu hari, ketika matahari bersinar terang dan awan putih berarak di langit biru, aku memutuskan untuk melakukan perjalanan ke desa kecil yang selalu muncul dalam mimpiku. Aku ingin melihat apakah benar ada kesamaan antara desa itu dalam dunia nyata.

Perjalanan itu membawaku melalui jalan-jalan kecil dan ladang hijau, hingga akhirnya, aku tiba di sebuah desa yang sangat mirip dengan yang selalu muncul dalam mimpiku. Rumah-rumah kayu, bunga-bunga yang bermekaran, dan sungai yang mengalir dengan tenang, semuanya terasa begitu akrab.

Saat aku berjalan-jalan di desa itu, aku bertemu dengan penduduk setempat. Mereka menyambutku dengan ramah, dan aku pun memutuskan untuk mampir di sebuah toko kecil. Ketika aku bertanya tentang desa ini, pemilik toko mengatakan, "Desa ini telah ada selama bertahun-tahun. Kami bangga dengan keindahannya dan kedamaian yang kami rasakan di sini."

Ketika aku menanyakan tentang sungai, hutan, dan danau di sekitar desa, mereka dengan bangga menjelaskan betapa semua elemen alam itu telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Ini mirip sekali dengan apa yang aku alami dalam mimpi.

Saat kembali ke rumah, aku menyadari bahwa meski dunia mimpi dan dunia nyata mungkin berbeda, namun ada keindahan dan kedamaian yang bisa kita temukan di kedua dunia tersebut. Desa kecil itu, dengan semua kenangan indah dan hikmah yang diberikannya, menjadi sebuah tempat yang kini tak hanya terpaut dalam mimpiku, melainkan juga dalam kenyataan.

Dengan setiap langkah yang kumiliki, aku membawa cerita dan kebahagiaan dari kedua dunia tersebut. Dunia nyata dan dunia mimpi bersatu membentuk peta hidupku yang penuh warna dan makna. Eliza dan desa kecil itu mungkin hanya ada di dalam mimpi, tapi pengaruhnya, kehangatan cinta dan kebijaksanaan yang diberikan, tetap hidup dalam setiap detik hidupku. Dan siapa tahu, mungkin di suatu saat, aku akan kembali menutup mata dan kembali bertemu dengan gadis mungil di dalam mimpi, dan desa kecil yang selalu menjadi tempat perlindungan di alam khayalku.

***

Namun, hidup terus berlanjut, dan setiap hari membawa tantangan dan kebahagiaan yang berbeda. Sementara aku menjalani kehidupan nyata dengan segala kerumitannya, tidak pernah terlupakan kehangatan desa kecil dan senyuman Eliza dalam mimpiku.

Suatu hari, ketika aku berjalan-jalan di tengah pepohonan yang tinggi dan hamparan bunga yang cantik, aku merasa seperti sedang kembali ke dunia mimpiku. Suasana hatiku dipenuhi kedamaian, dan aku menyadari bahwa kebahagiaan sejati dapat ditemukan di dalam diri kita sendiri, bahkan di dunia nyata.

Ketika matahari mulai tenggelam, aku duduk di tepi sungai yang mengalir dengan tenang. Suara gemericik air membawaku kembali pada kenangan indah bersama Eliza. Mungkin, dunia ini memang ajaib, dan setiap tempat, baik dalam mimpi maupun kenyataan, memiliki kecantikan dan pelajaran yang unik.

Saat itu, aku mendengar suara lembut yang akrab. Eliza muncul di hadapanku, masih dengan senyumannya yang hangat. 

"Kau tahu, kita tidak pernah benar-benar berpisah, meskipun kita berada di dunia yang berbeda," katanya.

Aku tersenyum dan merasa berterima kasih. Eliza mengajarkan padaku bahwa hubungan yang benar-benar berarti tak terikat oleh ruang dan waktu. Kebersamaan kita dengan orang-orang yang kita cintai dapat melampaui batas dunia ini.

Setiap kali aku merindukan kehangatan desa kecil itu, aku tahu aku bisa kembali ke sana, baik dalam mimpiku atau melalui kenangan yang tercipta di setiap sudut hidupku. Dan di sini, di tepi sungai yang tenang, aku merasa bersyukur atas setiap petualangan yang aku alami, baik di dunia nyata maupun di dunia mimpi.

Dengan senyum dan cinta yang tak terbatas, aku mengucapkan terima kasih pada Eliza dan desa kecil yang telah memberikan makna yang begitu dalam dalam hidupku. Meski berada di dunia yang berbeda, kami tetap bersatu dalam kenangan dan kebahagiaan yang abadi. Dan siapa tahu, mungkin suatu saat nanti, kita akan bertemu kembali di antara bunga dan pepohonan yang selalu menyimpan kisah indah di dalamnya

***

Hari-hari berlalu dengan ketenangan yang membawa kehidupan yang damai. Aku terus menjalani rutinitas sehari-hari, tetapi kali ini, dengan kebijaksanaan dan kehangatan dari desa kecil dan Eliza yang terpatri di dalam hatiku. Setiap saat menjadi berarti, dan aku mulai melihat keindahan di sekelilingku yang mungkin sebelumnya terlewatkan.

Suatu hari, ketika aku sedang duduk di bawah pohon tua di taman kota, matahari senja menggambarkan bayangan yang indah di langit. Aku merenung dan teringat akan perjalanan panjangku, dari desa kecil dalam mimpiku hingga kini, di dunia nyata. Aku merasa beruntung telah mengalami kedua dunia tersebut.

Tiba-tiba, suasana hatiku dipenuhi oleh aroma bunga yang akrab. Aku menoleh ke sekitar dan melihat seorang gadis mungil dengan senyuman hangat berdiri di hadapanku. Aku tersenyum, merasakan kehadiran Eliza yang membawa kedamaian dan kebahagiaan.

"Dunia ini indah, bukan?" kata Eliza sambil duduk di sebelahku. 

"Terkadang, kita hanya perlu membuka mata dan hati kita untuk melihat keajaiban di sekitar."

Kami duduk bersama, menyaksikan matahari terbenam dan mengobrol tentang perjalanan hidup masing-masing. Eliza memberiku nasihat bijak tentang bagaimana menjalani hidup dengan penuh makna dan rasa syukur. Meski dalam dunia nyata, pertemuan ini terasa seperti kado istimewa.

Seiring malam tiba, Eliza menggenggam tanganku dengan lembut. "Waktunya aku pergi, tapi kenangan kita akan selalu bersama. Kau memiliki duniamu sendiri yang indah di sini," ucapnya.

Aku tersenyum, merasakan bahwa Eliza akan selalu ada di hatiku, di setiap bunga yang mekar, di setiap sungai yang mengalir, dan di setiap senja yang menyinari langit. Kami berdua tahu bahwa pertemuan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kisah yang terus berlanjut.

Dengan pelukan hangat, Eliza menghilang di kegelapan malam. Aku duduk di bawah pohon tua itu, merenungkan keajaiban hidup dan betapa berharganya setiap momen. Dunia ini, dengan segala keindahannya, telah menjadi tempat yang penuh makna berkat kedua dunia yang telah kujalani.

Ketika aku berjalan pulang, langit malam dipenuhi bintang-bintang yang bersinar cerah. Aku merasa diiringi oleh kehadiran Eliza yang membimbing langkahku. Dengan hati penuh syukur, aku melangkah maju, siap menjalani setiap petualangan yang hidup bawa, baik di dunia nyata maupun di dalam mimpiku yang penuh keajaiban.

Terima kasih atas perjalanan yang indah ini. Semoga kisah ini telah memberikan inspirasi dan kehangatan. Jika suatu saat nanti, kita ingin melanjutkan perjalanan ke dunia mimpi yang penuh keajaiban, mari bersama-sama membuka pintu imajinasi dan menemukan keindahan di setiap sudutnya. Sampai jumpa dalam mimpi-mimpi  berikutnya.

Mengapa Pendidikan Inklusif Penting? Ini Peran Guru, Orang Tua, dan Sekolah

Ilustrasi Pendidikan Inklusif (Sumber :Dokpri) , Pendidikan adalah hak dasar setiap anak, tanpa memandang latar belakang, kemampuan, atau ko...