Mengapa, seruan hati yang melilit pilu,
Di
bumi ini, peperangan yang berlarut-larut.
Bertanya-tanya
di antara debu dan puing,
Mengapa
harus terjadi, serpihan ketidakadilan?
Pertempuran
di atas bumi, tanah yang dicinta,
Wajah
anak-anak yang bersimbah rasa takut.
Suara
tangis meresap di langit,
Seakan-akan
surga menangisi tragedi ini?
Mengapa,
bumi ini dicerai oleh kebencian,
Seakan-akan
air mata tak berhenti?
Di
balik tembok dinding yang terbentang,
Perdamaian
begitu sulit diwujudkan?
Langit,
menjadi saksi bisu pergolakan,
Di
antara asap dan deru meriam yang bergema.
Mengapa,
tanya hati yang mencari jawaban,
Apakah
perdamaian hanya mimpi yang terabaikan?
Anak-anak di daerah perang, mungkinkah mereka akan melihat,
Hari
esok tanpa kecemasan dan ketakutan?
Mengapa,
sungguh mengapa, menjadi seruan yang hancur,
Dalam
detik-detik yang terpikul oleh bumi ini.
Mengapa,
pertanyaan yang merangkak di benak,
Mencari
jawaban di antara keheningan dunia.
Mereka
yang sedang bergejolak, kami berdoa untukmu, untuk kedamaian,
Mengapa
harus terjadi, masih menjadi tanya yang tak terjawab.
2 komentar:
Mengapa? Pertanyaan yang membutuhkan jawaban hari ini,besok maupun esok
Mengapa oh mengapa, butuh jawaban
Posting Komentar