Di
sini kutulis sebuah sajak untukmu,
Yang
telah meninggalkan dunia ini.
Di
alam baka, semoga damai menemuimu,
Rindu
di hati, seperti bintang yang tak pernah pudar.
Pernah
kau bersinar di tengah kehidupan,
Seperti
matahari yang menerangi hariku.
Namun,
kini kau redup, seolah senja datang,
Meninggalkan
bayang-bayang yang merayap perlahan.
Kenangan
tentangmu, bagaikan melodi indah,
Bermain
di setiap sudut pikiranku.
Wajahmu
tercermin dalam sinar rembulan,
Memancarkan
cahaya dalam kegelapan malam.
Hari-hari
terasa sepi tanpamu,
Seperti
hujan yang meninggalkan langit.
Namun,
di dalam hati, kau tetap hidup,
Sebagai
kenangan yang abadi dan suci.
Oh,
dia yang telah tiada,
Semoga
engkau tenang di sana.
Doa
dan rindu mengiringi langkahmu,
Di
sini, kita merindukanmu, hingga waktu tak berhenti
.png)
2 komentar:
Ayah adalah sandaran raga bagi isteri dan anak-anak
Mengingakanku sosok Ayahku yang sudah tiada. Bahagia, Ayah di alam sana
Posting Komentar